Mengenal Bentuk Tubuh
Rasulullah saw
Allah SWT berfirman:
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang
agung”. (Al-Qalam:4)
Allah SWT mengutus Rasulullah dengan dibekali berbagai
kelebihan; wahyu Al-Qur’an, akhlak dan budi pekerti dan juga penampilan dan
tubuh yang menawan dan sempurna. Sehingga dengan itu semua dapat menjadi daya
tarik orang-orang yang bertemu dengannya.
Keindahan dan Keistimewaan tubuh Nabi Saw
Sudah cukup jelas bahwa Nabi kita Muhammad SAW dikaruniai
Allah azza wajalla,seluruh
sifat-sifat yang indah dan terpuji. Namun sifat-sifat yang indah itu sangat
bertalian dengan dua hal besar. Pertama, keagungan dan sifat-sifat itu. Kedua,
pancaran cahaya yang meliputinya. Karena itu keindahan paras muka beliau yang
bersinar, tidak membawa akibat negatif bagi yang melihatnya, sebagaimana Nabi
Yusuf dikaruniai Allah kebagusan rupa. Rupa yang menyebabkan wanita yang
melihatnya, melukai tangan dengan pisau karena terpukau dengan paras wajahnya,
sambil berkata:
“Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, ini tidak lain
hanya malaikat yang mulia.”(QS Yusuf:21)
Keagungan inilah yang oleh Hindun binti Halah, dalam
menggambarkan sifat-sifat Nabi, dikatakan sebagai agung dan penuh wibawa,
seperti yang diriwayatkan oleh At;Turmidzi.
Pada kesempatan ini, marilah kita melihat beberapa kelebihan
yang dimiliki oleh Rasulullah saw dari penampilan dan tubuh beliau dan
mengambil ibrah darinya.
قَالَ الْحَسَنُ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ
تَعَالَى عَنْهُمَا: سَأَلْتُ خَالِي هِنْد بْنِ أَبِي هَالَة عَنْ حِلْيَةِ
النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَأَنَا أَشْتَهِي لِي مِنْهَا شَيْئًا أَتَعَلَّقُ بِهِ، فَقَالَ: "كَانَ
رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخْمًا مُفَخَّمًا، يَتَلَأْلَأُ
وَجْهُهُ تَلأْلَأَ القَمَرِ لَيْلَةُ الْبَدْرِ..."
Al-Hasan bin
Ali bin Abi Thalib ra. yang pernah hidup bersama Rasulullah SAW, berkata: "Saya
bertanya kepada paman saya, Hind bin Abi Halah -yang selalu berbicara tentang
Nabi yang mulia- untuk menceritakan kepada saya berkenaan dengan Nabi, agar
kecintaan saya bertambah. Ia berkata, 'Nabi Allah sangat berwibawa dan sangat
dihormati. Wajahnya bersinar seperti purnama.
قَالَ الْبَرَّاءُ بِنْ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
: كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا وَأَحْسَنُهُمْ خُلُقًا لَيْسَ بِالطَّوِيْلِ
الْبَائِنِ وَلاَ بِالْقَصِيْر
Al-Barra bin
Azib berkata: “Nabi saw adalah manusia terbaik ketampanannya, dan perangai yang
indah, tidak tinggi sekali dan juga tidak pendek”.
Postur tubuh nabi saw
lebih tinggi dari orang-orang pendek dan lebih pendek dari orang-orang
jangkung. Kepalanya agak besar dengan rambut yang ikal. Bila rambutnya itu bisa
disisir, ia pasti menyisir rambutnya. Kalau rambutnya tumbuh panjang, ia tak
akan membiarkannya melewati daun telinga. Kulit wajahnya putih dengan dahi yang
lebar. Kedua alisnya panjang dan lebat, tapi tidak bertemu. Di antara kedua
alisnya, ada pembuluh darah melintang yang tampak jelas ketika beliau marah.
Ada seberkas cahaya yang menyapu tubuhnya dari bawah ke atas, seakan-akan
mengangkat tubuhnya. Jika orang berjumpa dengannya dan tidak melihat cahaya
itu, orang mungkin menduga ia mengangkat kepalanya karena sombong.'
Janggutnya
pendek dan tebal, pipinya halus dan lebar. Mulutnya lebar dengan gigi-gigi yang
jarang dan bersih. Di atas dadanya ada bulu yang sangat halus; lehernya seperti
batang perak murni yang indah. Tubuhnya serasi (semua anggota tubuhnya sangat
serasi dengan ukuran anggota tubuh yang lain). Perut dan dadanya sejajar.
Bahunya lebar, sendi-sendi anggota badannya gempal. Dadanya bidang. Bagian
tubuhnya yang tidak tertutup pakaian bersinar terang. Segaris bulu yang tipis
memanjang dari dada ke pusarnya. Di luar itu, dada dan perutnya tidak berbulu
sama sekali. Lengan, bahu dan pundaknya berbulu. Lengannya panjang dan telapak
tangannya lebar. Tangan dan kakinya tebal dan kekar. Jari-jemarinya panjang.
Pertengahan telapak kakinya melengkung, tidak menyentuh tanah, air tidak
membasahinya. Ketika berjalan ia mengangkat kakinya dari tanah dengan dada yang
dibusungkan. Langkah-langkahnya lembut. Ia berjalan cepat seakan-akan menuruni
bukit. Bila berhadapan dengan seseorang, Ia hadapkan seluruh tubuhnya, bukan
hanya kepalanya. Matanya selalu merunduk. Pandangannya ke arah bumi lebih lama
daripada pandangannya ke langit. Sesekali ia memandang dengan pandangan
sekilas. Ia selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan salam kepada orang
yang ditemuinya di jalan.'"
“Rasulullah saw.
bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya
tidak putih bule juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting
dan tidak pula lurus kaku. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai dua
puluh lembar rambut yang telah berwarna putih.” (diriwayatkan oleh Abu Raja’ Qutaibah bin Sa’id, dari Malik
bin Anas, dari Rabi’ah bin Abi `Abdurrahman yang bersumber dari Anas bin Malik
r.a)
• Anas
bin Malik r.a adalah Abu Nadhr Anas bin Malik al Anshari al Bukhari al
Khazraji. Ia tinggal bersama Rasulullah saw dan membantu Beliau selama sepuluh
tahun. Dan ia adalah sahabat yang paling akhir meninggal dunia di Bashrah,
yaitu pada tahun 71 H.
Dalam riwayat lain disebutkan: “Aku tak pernah melihat orang
yang berambut panjang terurus rapi, dengan mengenakan pakaian merah, yang lebih
tampan dari Rasulullah saw. Rambutnya mencapai kedua bahunya. Kedua bahunya
bidang. beliau bukanlah seorang yang berperawakan pendek dan tidak pula
terlampau tinggi.” (diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki’,dari
Sufyan, Dari Abi Ishaq, yang bersumber dari al Bara bin `Azib r.a)
Bila Beliau berpaling maka seluruh badannya ikut berpaling.
Diantara kedua bahunya terdapat Khatamun Nubuwah, yaitu tanda kenabian.
Nabi saw bersabda: “Telah diperlihatkan kepadaku para
Nabi. Adapun Nabi Musa a.s. bagaikan seorang laki laki dari suku Syanu’ah.
Kulihat pula Nabi `Isa bin Maryan a.s.ternyata orang yang pernah kulihat mirip
kepadanya adalah `Urwah bin Mas’ud,Kulihat pula Nabi Ibranim a.s. ternyata
orang yang mirip kepadanya adalah kawan kalian ini (yaitu Nabi saw sendiri).
Kulihat jibril ternyata orang yang pernah kulihat mirip kepadanya adalah
Dihyah*.” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’ad dari Laits bin Sa’id, dari
Abi Zubair yang bersumber dari Jabir bin `Abdullah r.a.)
• Suku
Syanu’ah terdapat di Yaman perawakan mereka sedang.
• Urwah
bin Mas’ud as Tsaqafi adalah sahabat Rasulullah saw ia memeluk islam pada tahun
9 H.
•
Dihyah adalah seorang sahabat Rasulullah saw yang mengikuti jihad fi sabilillah
setelah perang Badar. Ia pun merupakan salah seorang pengikut Bai’atur Ridlwan
yang bersejarah.
“Rasulullah mempunyai gigi seri yang renggang. Bila Beliau
berbicara terlihat seperti ada cahaya yang memancar keluar antara kedua gigi
serinya itu.” (Diriwayatkan oleh `Abdullah
bin `Abdurrahman, dari Ibrahim bin Mundzir al Hizami, dari `Abdul `Aziz bin
Tsabit az Zuhri, dari Ismail bin Ibrahim, dari Musa bin `Uqbah, dari Kuraib yang
bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
Hikmah membahas tubuh Rasulullah saw
1. Menyadari bahwa Rasulullah adalah manusia biasa yang memiliki
anggota tubuh seperti yang lainnya, dan Allah memberikan kelebihan kepadanya
berupa paras atau wajah dan tubuh yang baik. (lihat surat Al-Isra:70)
2. Bahwa paras dan tubuh yang baik bukan digunakan untuk saling
berbangga apalagi menyombongkan diri namun untuk disyukuri dan dijadikan sarana
untuk beribadah kepada Allah. (lihat surat Al-Hadid:23)
3. Bagi siapa yang diciptakan Allah tidak seperti yang
diinginkan maka jangan bersuudzan kepada Allah, namun tetaplah berbaik sangka,
karena boleh jadi itulah yang terbaik menurut Allah. Dan juga jangan iri kepada
orang lain karena diberikan nikmat berupa tubuh yang sempurna. (lihat surat An-Nisa:32)
4. Menyadari bahwa Rasulullah saw adalah manusia biasa namun
diberikan wahyu kepadanya untuk disampaikan kepada umatnya. (lihat surat
Al-Kahfi:110)

0 Comment for "Mengenal Bentuk Tubuh Rasulullah saw"