Jangan
Ragu Terhadap Al-Qur’an
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
“ Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (Al-Baqarah:2)
Makna perkata
Kitab (Al-Qur’an)
|
الْكِتَابُ
|
Itu
|
ذَلِكَ
|
|
Ragu-ragu
|
رَيْبَ
|
Tidak
|
لاَ
|
|
Petunjuk
|
هُدًى
|
Di dalamnya (Al-Qur’an)
|
فِيهِ
|
|
Untuk orang-orang bertaqwa
|
لِّلْمُتَّقِينَ
|
(ذلك)Dzaalika : Kata ‘dzaalika’ Arti
sebenarnta adalah ‘itulah’, tetapi disini di artikan sama dengan (هذا) “Haadza” yakni ‘inilah’. Pemindahan
arti ini diambil dari isyarat dengan menggunakan huruf “Lam” yang menunjukan
jarak yang lebih jauh, untuk memberikan konotasi betapa tingginya kedudukan dan
derajat Al-Qur’an ini.
(الكتاب)”Al-
Kitaab” : Yakni Al-Qur’an yang mulia, yang di bacakan oleh Rasulullah SAW kepada
manusia.
Al-kitab adalah salah satu nama lain dari
Al-Qur’an, dan Al-Qur’an –menurut kalangan ulama- nama lain dari Al-Qur’an ada
4 yaitu
- Al-Kitab
(yang tertulis, tercetak)
- At-Tanzil
(yang diturunkan)
- Al-Furqan
(pembeda antara yang hak dan yang batil)
- Adz-Dikir
(pengingat, kemuliaan)
Adapun makna Al-Qur’an
itu sendiri adalah kalam Allah, sebagai mukjizat, yang diturunkan atas Nabi
Muhammad, dihitung beribadah saat membacanya.
Al-Qur’an adalah kitab
yang mulia, yang terjaga kebenarannya, diturunkan oleh Allah Dzat penguasa
alam. Diberikan kepada Rasulullah saw dalam bahasa Arab untuk dijadikan
peringatan bagi semua manusia.
(لا ريب)”Laa
Raiba” : Tidak ada keraguan bahwa Al-Qur’an ini adalah wahyu Allah Ta’aladan
firman-Nya yang di wahyukan kepada Rasul-Nya.
Sebagaian ulama
mengatakan bahwa ayat ini merupakan kalimat berita, akan tetapi bermakna nahi
(larangan) untuk meragukan kebenaran Al-Qur’an. Bahwa Al-Qur’an adalah kitab
yang diturunkan dari Rab semesta alam yang kita tidak boleh ragu. Artinya harus
meyakini kebenaran-Nya dengan seyakin-yakinnya.
Bahwa iman kepada Al-Qur’an adalah salah satu dari
rukun iman, sehingga tidak boleh ada sedikitpun dari orang yang beriman ragu
terhadap kandungan, isi, kebenaran dan petunjuk yang termaktub dalam Al-Qur’an,
karena hakikat iman adalah yakin 100 % akan 6 perkara; yakin adanya Allah,
adanya malaikat, adanya para Nabi dan Rasul, kitab-kitab, takdir dan hari
akhirat.
Beberapa
alasan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya :
1. Bahasa Al-Qur’an redaksinya
langsung dari Allah. Sehingga tidak mungkin ada kesalahan atau kedustaan dari
isi Al-Qur’an.
2. Susunan bahasa Al-Qur’an sangat
beda dengan susunan bahasa yang dibuat manusia. Jika susunan bahasa Al-Qur’an
tampak indah, itu bukan susunan bahasa syair bukan puisi, bukan juga prosa. Hal
ini menunjukan bahwa Al-Qur’an benar-benar diturunkan oleh Allah SWT.
3. Kandungan isinya jauh diluar
jangkauan pemikiran manusia.
Allah membuat
tantangan kepada orang-orang yang ragu terhadap kebenaran Al-Quran, untuk
membuat susunan bahasa Al-Qur’an, dengan mendatangkan semua ahli syair yang
ternama, maka manusia tidaklah akan mampu. Dan sampai saat ini terbukti tidak
ada satu orang pun yang mampu menyusun tata bahasa semisal Al-Qur’an.
Sehingga tidak perlu
ada lagi keraguan bahwa Al-Qur’an benar-benar diturunkan oleh Allah bukan hasil
rekayasa dan pemikiran Rasulullah saw. Sebagaimana tuduhan orang-orang kafir
pada saat itu.
Allah SWT berfirman:
وَإِنْ كُنْتُمْ فِيْ
رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِثْلِهِ
وَادْعُوْاشُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ.
“Dan jika kamu (tetap) dalam
keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad),
buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
(فيه هدى)”Fiihi Hudan”
: Yakni di dalamnya terdapat petunjuk jalan menuju kebahagiaan dan kesempurnaan
di dua negeri (Dunia dan Akhirat).
Bahwa diantara esensi kandungan Al-Qur’an adalah
petunjuk, memberikan arah dan peta penunjuk jalan kebenaran. Ibarat orang yang
sedang melakukan perjalanan pertama ke suatu tempat yang belum pernah dilalui,
sehingga pasti membutuhkan petunjuk jalan sehingga bisa sampai pada tujuan yang
diinginkan.
(للمتّقين)”Lilmuttaqiin”
: Mereka yang menjaga dirinya dari adzab Allah Ta’ala dengan
berlaku ta’at kepada-Nya, yakni dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan
menjauhi semua larangan-Nya.
Taqwa adalah puncak kedudukan seorang hamba disisi
Allah, puncak kemuliaan dan apresiasi Allah kepada setiap hambanya. (lihat
surat Al-Hujurat:ayat 13)
Taqwa menurut imam Ali adalah 4 ciri; takut kepada
Allah yang maha Agung, mengamalkan Al-Qur’an, ridha pada rezki Allah meski
sedikit dan bersiap diri menghadapi hari kematian.
Al-Qur’an
diturunkan sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang
mukmin yang menjauhkan diri dari kemusyrikan terhadap Allah. Dan senantiasa
beramal sholeh dengan taat kepada syariat-syariat-Nya.
Petunjuk
yang dimaksud adalah petunjuk IRSYADIYAH, yaitu harus ada proses ikhktiar untuk
mendapatkannya. Dengan jalan mengkaji isi kandungan Al-Qur’an dengan serius dan
antusias.
Untuk
kemudian atas kehendak-Nya, Allah memberikan kemudahan seseorang terbuka
hatinya untuk menerima al-Islam, menjadi cinta dan diberi kemudahan untuk
memahami kandungan isi Al-Qur’an. Inilah yang disebut dengan petunjuk I’ANAH
nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk mengkaji menerima
Al-Qur’an sebagai petunjuk.
Dan hanya orang-orang
bertakwa yang mampu memanfaatkan Al-Quran sebagai petunjuk. Para sahabat
menafsiri makna kata MUTTAQIN adalah orang-orang yang takut siksa Allah karena
meninggalkan apa-apa yang ia ketahui dari petunjuk, serta mengharap rahmat
Allah karena membenarkan apa-apa yang ia ketahui baik petunjuk Allah yang ada
dalam Al-Qur’an. Dengan pemahaman tersebut di atas maka kita harus ada proses
aktif untuk mendapatkan petunjuk. Sehingga untuk bisa menjadi muttaqin harus
melalui jalan :
1. Mencari petunjuk dengan Tadabbur
Al-Qur’an.
2. Menjadikan petunjuk sebagai
pelajaran hidup.
Hal ini
dijelaskan Allah dalam suroh Al-An’Am [6] : 126
وَهَذَا صِرَاطُ
رَبِّكَ مُسْتَقِيْمًا قَدْفَصَّلْنَا اْلآيَاتِ لِقَوْمٍ يَّذَّكَّرُوْنَ.
“Dan inilah jalan
Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat
(Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.”
Bukanlah sesuatu yang
sulit untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk, karena Allah telah
memudahkan dengan menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab. Dijelaskan Allah
dalam QS. Maryam [19]: 97
فَإِنَّمَايَسَّرْنَاهُ
بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَبِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَتُنْذِرَبِهِ قَوْمًا لُّدًّا
“Maka sesungguhnya telah Kami
mudahkan Al-Qur'an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira
dengan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi
peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.”
Ini merupakan nikmat rahman
Allah yang diberikan pada semua manusia, yaitu berupa diturunkan Al-Qur’an
dengan bahasa Arab, sehingga manusia menjadi mudah untuk mempelajari Al-Qur’an
dan mudah menjadikannya sebagai pelajaran.
Sumber yang sudah diringkas oleh penulis: https://racheedus.wordpress.com/makalahku/tafsir-al-baqarah-ayat-1-10/
Labels:
Mukjizat Al Quran
Thanks for reading Jangan Ragu Terhadap Al-Qur’an. Please share...!

0 Comment for "Jangan Ragu Terhadap Al-Qur’an"