Akhlak orang beriman; Beriman Kepada Ayat Al-Qur’an


Akhlak orang beriman;
Beriman Kepada Ayat Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:
الم

Tiga huruf yang dikenal dengan huruf-huruf yang terpotong, dan ini merupakan salah satu dari ayat Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an. Dan ada juga yang hanya satu huruf, dua huruf, tiga huruf, empat huruf, bahkan lima huruf. Yang jika dijumlah ada 29 surat.
Surat yang diawali dengan
o   Surat-surat yang diawali dengan 1 huruf ada 3 yaitu surat Shad, Qaf dan surat Al-Qalam.
o   Surat-surat yang diawali dua huruf ada 9 yaitu surat thaha, An-Naml (Tha sin), Yasin dan Ghafir, fushilat, Az-Zukhruf, Ad-Dukhan, Al-jatsiyah dan Al-ahqaf (hamim).
o   Surat-surat yang diawali 3 huruf ada 13 yaitu al-baqarah, Ali Imran, Al-Ankabut, Ar-rum, Luqman, As-Sajdah (Alif lam mim), dan yunus, hud, yusuf, Ibrahim, Al-Hijr (alif lam ra) dan surat As-Syu’ara dan Al-Qashash (Tha sin mim).
o   Surat-surat yang diawali 4 huruf yaitu surat Al-A’raf (alif lam mim shad) dan surat Ar-Ra’ad (alif lam mim ra).
o   Surat-surat yang diawali dengan 5 huruf adalah surat Maryam (Kaf ha ya ain shad) dan surat As-Syura (ha mim ain shin qaf).
Untuk memahami tema ini sebagaimana mestinya, harus diketahui terlebih dahulu bahwa di dalam Al Qur’an terdapat ayat-ayat muhkamat dan ayat-ayat mutasyabihat. Allah ta’ala berfirman :
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آَيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada Muhammad. Di antara isi)nya ada ayat-ayat muhkamat, itulah Umm Al Qur’an (yang dikembalikan dan disesuaikan pemaknaan ayat-ayat al Qur’an dengannya) dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat. Adapun orang-orang yang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya sesuai dengan hawa nafsunya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya (seperti saat tibanya kiamat) melainkan Allah serta orang-orang yang mendalam ilmunya mengatakan : “kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu berasal dari Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran darinya kecuali orang-orang yang berakal” (Q.S. Al Imran : 7)
Jadi ayat-ayat Al-Qur’an itu ada jenis:
1.    Ayat-ayat Muhkamat : ayat yang dari sisi kebahasaan memiliki satu makna saja dan tidak memungkinkan untuk ditakwil ke makna lain. Atau ayat yang diketahui dengan jelas makna dan maksudnya.
2.    Ayat-ayat Mutasyabihat : ayat yang belum jelas maknanya. Atau yang memiliki banyak kemungkinan makna dan pemahaman sehingga perlu direnungkan agar diperoleh pemaknaan yang tepat yang sesuai dengan ayat-ayat muhkamat.
Sikap manusia terhadap ayat-ayat mutasyabihat
1.    Mengikuti hawa nafsu, membuat fitnah dan takwil logika
2.    Beriman kepada ayat dan menyerahkan kepada Allah makna dari ayat tersebut
Hikmah adanya ayat-ayat mutasyabihat
1.    Huruf-huruf tersebut diletakkan pada permulaan surat untuk membuka pendengaran kaum musyrik bila mereka saling berpesan di antara sesamanya agar berpaling dari Al-Qur'an. Apabila pendengaran mereka sudah siap menerimanya. barulah dibacakan kepada mereka apa yang tersusun sesudahnya.
2.    Huruf-huruf tersebut dikemukakan untuk menerangkan mukjizat Al-Qur'an. Dengan kata lain, semua makhluk tidak akan mampu menentangnya dengan membuat hal yang semisal dengannya, sekalipun Al-Qur'an terdiri atas huruf-huruf ejaan itu yang biasa mereka gunakan dalam pembicaraan.
3.    Huruf-huruf tersebut tidak disebutkan pada permulaan Al-Qur'an secara keseluruhan, dan sesungguhnya huruf-huruf tersebut diulang-ulang (dalam berbagai surat) tiada lain hanya untuk menunjukkan makna tantangan dan cemoohan yang lebih keras.
Jadi sebagai muslim, senantiasa mempercayai apa yang diturunkan Allah dengan sepenuh hati tanpa ada keraguan sedikitpun, meskipun ada ayat-ayatnya ada yang belum atau tidak difahami maknanya, cukup dengan mengatakan “kami beriman kepada ayat-ayat tersebut, semua yang berasal dari Allah”.

Labels: Akhlak Kepada Allah

Thanks for reading Akhlak orang beriman; Beriman Kepada Ayat Al-Qur’an. Please share...!

0 Comment for "Akhlak orang beriman; Beriman Kepada Ayat Al-Qur’an"

Back To Top